Kamis, 20 Agustus 2009

TENTANG SEMERU


SEMERU
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Legenda gunung Semeru

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, Pulau Jawa pada suatu saat mengambang di lautan luas, dipermainkan ombak kesana-kemari. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.

Perjalanan

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.

Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, dengan perincian, biaya surat ijin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-

Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.

Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.

Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.

Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.
 

Ranu Kumbolo

Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.

Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.

Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.

Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.

Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.

Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

Gas beracun

Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajad Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajad Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai.

Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan Nopember 1997 Gn.Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.

Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Materi yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gn.Semeru dan meminta beberapa korban jiwa, pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.

Iklim

Secara umum iklim di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm - 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan November - April. Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 - 4 derajat celsius.

Suhu rata-rata berkisar antara 3°c - 8°c pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15°c - 21°c. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Suhu yang dingin disepanjang rute perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam tetapi didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin.

Taman nasional

Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan.

Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju Puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.

Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : Macan Kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.

Pendaki pertama

Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.

Aktivitas

12 Juni 2006, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, mencatat gempa vulkanik dengan kekuatan 1,8 Skala Richter (SR) akibat aktivitas Gunung Semeru (3.676 mdpl)

Rujukan

http://www.kapanlagi.com/h/0000120099.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru

Rabu, 19 Agustus 2009

MY SEMERU



Semeru, Another Beauty

These pictures show us that Semeru Mountain is very beautiful. The First picture shows the sunset in Semeru. The second, about the children that enjoying the beauty of Semeru. The last, Semeru catched by Google.

Mythology of Semeru


Semeru is named from Sumeru, the central world-mountain in Buddhist cosmology. In legend it was transplanted from India; the tale is recorded in the 16th-century East Javanese work Tantu Panggelaran. It was originally placed in the western part of the island, but that caused the island to tip, so it was moved eastward. On that journey, parts kept coming off the lower rim, forming the mountains Lawu, Wilis, Kelut, Kawi, Arjuno and Welirang. The damage thus caused to the foot of the mountain caused it to shake, and the top came off and created Penanggungan as well.

Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Semeru

Semeru, The Highest Mountain in Java

Semeru also Mount Semeru or Gunung Semeru - located in East Java is the tallest mountain on the island of Java, Indonesia and one of its most active volcanoes.

Known also as Mahameru (Great Mountain), it is very steep and rises abruptly above the coastal plains of eastern Java. Maars containing crater lakes have formed along a line through the summit. Semeru lies at the south end of the Tengger Volcanic Complex.
Eruptions

Semeru's eruptive history is extensive. Since 1818, at least 55 eruptions have been recorded (10 of which resulted in fatalities) consisting of both lava flows and pyroclastic flows. Moderate explosive eruptions (VEI 2-3) have also been recorded with some regularity.

Semeru has been in a state of near-constant eruption from 1967 to the present. At times, small eruptions happen every 10 minutes or so.

Semeru is regularly climbed by tourists, usually starting from the village of Ranu Pane to the north, but though non-technical it can be dangerous. Soe Hok Gie, an Indonesian political activist of the 1960s died in 1969 from inhaling poisonous gas while hiking on Mount Semeru.
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Semeru

KABUPATEN SIDOARJO


I. POTENSI UNGGULAN

A. PERTANIAN
1. Produksi tanaman pangan yang menonjol adalah sebagai berikut:
• Padi, dengan luas lahan 28.243 ha, produksi per tahun sebesar 161.275,5 ton
2. Produksi holtikultura yang menonjol antara lain:
> Sayur—sayuran:
• Kangkung, dengan luas lahan 627 ha, produksi pertahun sebesar 4.302,8 ton
• Sawi, dengan luas lahan 331 ha, produksi pertahun sebesar 2.370,9 ton
• Bayam, dengan luas lahan 504 ha, produksi pertahun sebesar 2.796,7 ton

B. PERIKANAN
Produksi perikanan yang menonjol, antara lain:
a. Penangkapan:
• Laut, produksi per tahun sebesar 1.163 ton
• Perairan Umum, produksi pertahun sebesar 66,7ton
b. Budidaya:
• Tambak, produksi pertahun sebesar 2.788,2 ton.
• Kolam, produksi per tahun sebesar 23,7ton

C. PETERNAKAN
Produksi peternakan yang menonjol, antara lain:
• Sapi Perah, populasinya sebesar 2.096 ekor, produksi susu pertahun sebesar2.760.304 Ltr
• Sapi Potong, populasinya sebesar 8.351 ekor, produksi daging pertahun sebesar 8.466,3 ton

D. PERKEBUNAN
Produksi perkebunan yang menonjol, antara lain:
• Tebu, dengan Iuas lahan 4.836 ha, produksi per tahun sebesar 479.731,9 ton

E. PERTAMBANGAN
• Gas Bumi
• MinyakBumi
• Yodium

F. INDUSTRI MANUFAKTUR
Industri manufaktur yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 15.061 unit terdiri usahabesar, menengah dan kecil, meliputi:
• Industri makanan dan minu man
• Industri aneka
• Industri logam, mesin dan kimia

G. PARIWISATA
Potensi obyek wisata yang menarik meliputi:
a. Wisata Alam:
• Pantai Ketingan, terletakdi Kecamatan Buduran
• Pantai Gesikan Cemandi, terletak di Kecamatan Sedati
• Pantai Pucukan, terletak di Kecamatan Sidoarjo

b. WisataBudaya
• Candi Pan di Desa Candi Pan Kecamatan Porong
• Candi Dermo di Desa Candi Negoro Kecamatan Wonoayu
• Candi Pamotan di Desa Pamotan Kecamatan Porong
• Candi Sumurdi Desa Candi Pan Kecamatan Porong
• Candi Medalem dan Sumur Kuno di Desa Medalem Tu langan
• Candi TawangAlun di Desa Buncitan Kecamatan Sedati
• Candi Klagen di Desa Tropodo Kecamatan Krian
• Situs Mendowo di Desa Tropodo Kecamatan Krian
• Gedung Juang 45, JI. A. Yani Sidoarjo

c. Wisata Religius:
• Makam Putni Ayu Dewi Sekar Dadu Kepetingan Kecamatan Bud uran
• Makam Mbah UT Pagerwojo Kecamatan Buduran

d. Obyek Minat Khusus:
• Gedung OIah Raga (GOR) Sidoarjo
• Industri Tas dan Koper(lNTAf Kedensari Tanggulangin
• Industni sepatu dan sandal Wedoro Waru

II. PELUANG INVESTASI
1. Sektor Primer
a. Pertanian tanaman pangan dan holtikultura
Peluang: Padi
Lokasi : Se Kabupaten Sidoarjo
Peluang: Kangkung
Lokasi : Kecamatan Wonoayu, Tulangan, Sidoarjo, Porong
Peluang: Bayem
Lokasi : Kecamatan Wonoayu, Tulangan, Sidoarjo, Porong
Peluang: Sawi
Lokasi : Kecamatan Wonoayu, Tulangan, Sidoarjo, Porong
b. Peternakan
Peluang: Sapi Perah
Lokasi : Kecamatan Taman, Porong, Balong Berido
Peluang: Sapi Potong
Lokasi : Se Kabupaten Sidoarjo

c. Perikanan
Peluang: Budidaya Udang dan Bandeng
Lokasi : Kecamatan Waru, Buduran, Sedati, Sidoarjo, Candi, Porong, Jabon, Tanggulangin
Peluang: Budidaya Lele, Nila, Gurami, Tawes, dan Mujaer
Lokasi :Se Kabupaten Sidoarjo
Peluang: Penangkapan di laut (Ten, Udang, Rebon, Manyung, Cucut, Pan, Belanak)
Lokasi :Kecamatan Waru, Buduran, Sedati, Sidoarjo, Candi, Porong, Jabon, Tanggulangin.

d. Pertambangan
Peluang: Gas Bumi
Lokasi : Kecamatan Krembung, Porong, Tanggulangin
Peluang: Minyak Bumi
Lokasi : Kecamatan Tanggu!angin
Peluang: Yodium
Lokasi : Kecamatan Wonoayu

2. Sektor Sekunder
• Industri makanan dan minuman
• Industri Pengolahan dan pengawetan ikan, pengalengan ikan, kerupuk, konsentrat makanan ternak, unggas dan hewan Iainnya

3. Sektor Tersier 
Pariwisata terdiri dari:
• Pengembangan Kolam Renang ‘Sedang Tirta’ lokasi GOR Sidoarjo
• Pengembangan Kolam Renang ‘Antares’ lokasi Krian
• Pengembangan Kolam Renang ‘Tirta Krida’ lokasi Juanda Sedati

SELAYANG PANDANG PROPINSI JAWA TIMUR


Propinsi Jawa Timur berbagi atas daratan kepulauan dengan luas daratan 47.130,50 Km2 dan luas lautnya 110.000 Km2 Jawa Timur terletak antara 111° dan 114° bujur timur dan antara 7°12’ dan 8°48’ lintang selatan.

Propinsi ini memiliki sebanyak 48 gunung, dengan Gunung Semeru yang paling tinggi, mencapai 3.767 meter.

Jawa Timur memiliki iklim sub tropis dengan dua musim yaitu musim hujan pada bulan Oktober sampai bulan Maret dan musim kemarau antara bulan April sampai bulan September dengan temperatur dari 18,5° C hingga 36,8° C.

KEADAAN TANAH
Berdasarkan sifat-sifat geografis, Jawa Timur dibagi menjadi empat wilayah yaitu:

Wilayah 1 (Bagian Tengah)
Daerah Ngawi sampai dengan Banyuwangi, merupakan daerah yang paling subur yang dialiri oleh Sungai Madiun, Brantas, Konto dan Sungai Sampean.

Wilayah 2 (Bagian Utara)
Daerah antara Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Pulau Madura yang mempunyai ciri khas gunung-gunung kapur.

Wilayah 3 ( Bagian Selatan)
Sepanjang pantai selatan yang terbentang dari Pacitan sampai Jember, merupakan daerah kritis dan kurang subur.

Wilayah 4
Wilayah ini terbentuk oleh 105 pulau, yang terbesar yaitu Pulau Bawean di Kabupaten Gresik, Sampang, Sumenep dan Probolinggo. Sedangkan Kabupaten Sumenep memiliki 102 pulau besar dan kecil, baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni

ADMINISTRASI
Propinsi Jawa Timur terdiri dari 29 Kabupaten dan 9 Kota dengan 632 Kecamatan dan 8.459 Desa/Kelurahan. Gubernur sebagai Kepala Pemerintah Propinsi, Bupati sebagai Kepala Pemerintah Kabupaten serta Kota dipimpin oleh seorang Walikota, yang masing-masing dipilih setiap lima tahun sekali, serta Camat mengepalai setiap Kecamatan dan Lurah/Kepala Desa memimpin setiap Kelurahan/Desa.

KABUPATEN SIDOARJO


I. POTENSI UNGGULAN

A. PERTANIAN
1. Produksi tanaman pangan yang menonjol adalah sebagai berikut:
• Padi, dengan luas lahan 28.243 ha, produksi per tahun sebesar 161.275,5 ton
2. Produksi holtikultura yang menonjol antara lain:
> Sayur—sayuran:
• Kangkung, dengan luas lahan 627 ha, produksi pertahun sebesar 4.302,8 ton
• Sawi, dengan luas lahan 331 ha, produksi pertahun sebesar 2.370,9 ton
• Bayam, dengan luas lahan 504 ha, produksi pertahun sebesar 2.796,7 ton

B. PERIKANAN
Produksi perikanan yang menonjol, antara lain:
a. Penangkapan:
• Laut, produksi per tahun sebesar 1.163 ton
• Perairan Umum, produksi pertahun sebesar 66,7ton
b. Budidaya:
• Tambak, produksi pertahun sebesar 2.788,2 ton.
• Kolam, produksi per tahun sebesar 23,7ton

C. PETERNAKAN
Produksi peternakan yang menonjol, antara lain:
• Sapi Perah, populasinya sebesar 2.096 ekor, produksi susu pertahun sebesar2.760.304 Ltr
• Sapi Potong, populasinya sebesar 8.351 ekor, produksi daging pertahun sebesar 8.466,3 ton

D. PERKEBUNAN
Produksi perkebunan yang menonjol, antara lain:
• Tebu, dengan Iuas lahan 4.836 ha, produksi per tahun sebesar 479.731,9 ton

E. PERTAMBANGAN
• Gas Bumi
• MinyakBumi
• Yodium

F. INDUSTRI MANUFAKTUR
Industri manufaktur yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 15.061 unit terdiri usahabesar, menengah dan kecil, meliputi:
• Industri makanan dan minu man
• Industri aneka
• Industri logam, mesin dan kimia

G. PARIWISATA
Potensi obyek wisata yang menarik meliputi:
a. Wisata Alam:

  • Pantai Ketingan, terletakdi Kecamatan Buduran
  • Pantai Gesikan Cemandi, terletak di Kecamatan Sedati
  • Pantai Pucukan, terletak di Kecamatan Sidoarjo
  • Lumpur Lapindo, terletak di Kecamatan Tanggulangin 

b. WisataBudaya
• Candi Pan di Desa Candi Pan Kecamatan Porong
• Candi Dermo di Desa Candi Negoro Kecamatan Wonoayu
• Candi Pamotan di Desa Pamotan Kecamatan Porong
• Candi Sumurdi Desa Candi Pan Kecamatan Porong
• Candi Medalem dan Sumur Kuno di Desa Medalem Tu langan
• Candi TawangAlun di Desa Buncitan Kecamatan Sedati
• Candi Klagen di Desa Tropodo Kecamatan Krian
• Situs Mendowo di Desa Tropodo Kecamatan Krian
• Gedung Juang 45, JI. A. Yani Sidoarjo

c. Wisata Religius:
• Makam Putni Ayu Dewi Sekar Dadu Kepetingan Kecamatan Bud uran
• Makam Mbah UT Pagerwojo Kecamatan Buduran

d. Obyek Minat Khusus:
• Gedung OIah Raga (GOR) Sidoarjo
• Industri Tas dan Koper(lNTAf Kedensari Tanggulangin
• Industni sepatu dan sandal Wedoro Waru

II. PELUANG INVESTASI
1. Sektor Primer
a. Pertanian tanaman pangan dan holtikultura
Peluang: Padi
Lokasi : Se Kabupaten Sidoarjo
Peluang: Kangkung
Lokasi : Kecamatan Wonoayu, Tulangan, Sidoarjo, Porong
Peluang: Bayem
Lokasi : Kecamatan Wonoayu, Tulangan, Sidoarjo, Porong
Peluang: Sawi
Lokasi : Kecamatan Wonoayu, Tulangan, Sidoarjo, Porong
b. Peternakan
Peluang: Sapi Perah
Lokasi : Kecamatan Taman, Porong, Balong Berido
Peluang: Sapi Potong
Lokasi : Se Kabupaten Sidoarjo

c. Perikanan
Peluang: Budidaya Udang dan Bandeng
Lokasi : Kecamatan Waru, Buduran, Sedati, Sidoarjo, Candi, Porong, Jabon, Tanggulangin
Peluang: Budidaya Lele, Nila, Gurami, Tawes, dan Mujaer
Lokasi :Se Kabupaten Sidoarjo
Peluang: Penangkapan di laut (Ten, Udang, Rebon, Manyung, Cucut, Pan, Belanak)
Lokasi :Kecamatan Waru, Buduran, Sedati, Sidoarjo, Candi, Porong, Jabon, Tanggulangin.

d. Pertambangan
Peluang: Gas Bumi
Lokasi : Kecamatan Krembung, Porong, Tanggulangin
Peluang: Minyak Bumi
Lokasi : Kecamatan Tanggu!angin
Peluang: Yodium
Lokasi : Kecamatan Wonoayu

2. Sektor Sekunder
• Industri makanan dan minuman
• Industri Pengolahan dan pengawetan ikan, pengalengan ikan, kerupuk, konsentrat makanan ternak, unggas dan hewan Iainnya

3. Sektor Tersier 
Pariwisata terdiri dari:
• Pengembangan Kolam Renang ‘Sedang Tirta’ lokasi GOR Sidoarjo
• Pengembangan Kolam Renang ‘Antares’ lokasi Krian
• Pengembangan Kolam Renang ‘Tirta Krida’ lokasi Juanda Sedati

KABUPATEN LAMONGAN


I. POTENSI UNGGULAN

A. PERTANIAN
1. Produksi tanaman pangan yang menonjol adalah sebagai berikut:
• Padi, dengan luas lahan 132.661 ha, produksi pertahun sebesar 776.085 ton
• Jagung, dengan luas lahan 51.993 ha, produksi pertahun sebesar 549.991 ton
• Kedelai, dengan luas lahan 24.463 ha, produksi pertahun sebesar 28.866 ton

2. Produksi Hortikultura yang menonjol antara lain:
• Lombok kecil, dengan luas lahan 3.267 ha, produksi tahun sebesar 2.855,36 ton
• Pisang, dengan jumlah tanaman yang menghasilkan 450.172 pohon, produkasi pertahun sebesar 5.631.65 ton
• Mangga, dengan jumlah tanaman yang menghasilkan 455.614 pohon, produksi pertahun sebesar 11.577,15 ton

B. PERIKANAN
Produksi Perikanan yang menonjol antara lain:
1. Penangkapan:
• Perikanan Laut, produksi pertahun sebesar 37.937.66 ton
• Perikanan Perairan Umum, produksi pertahun sebesa 2.116.543 ton
2. Budidaya:
• Budidaya tambak, produksi per tahun sebesar 2.241.870 ton
• Budidaya kolam, produksi per tahun sebesar 795.526 ton
• Budidaya sawah tambak, produksi per tahun sebesar 23.216.665 ton

C. PETERNAKAN
Produksi peternakan yang menonjol, antara lain:
Ayam Buras, populasinya sebesar 800.541 ekor, produksi daging pertahunsebesar 705.5O7ton
• Ayam Pedaging, populasinya sebesar 2.144.711 ekor, produksi daging per tahun sebesar 11.987.203 ton
• Sapi Potong, populasinya sebesar 41.778 ekor, produksi daging per tahun sebesar 1.892.635 ton
• Kambing I domba, populasinya sebesar 72.425 ekor, produksi daging pertahun sebesar 263.079 ton

D. PERKEBUNAN
Produksi perkebunan yang menonjol, antara lain:
• Tembakau Virginia, dengan luas areal tanam 1.390 ha, produksi per tahun sebesar 868,50 ton
• Tembakau Jawa, dengan luas areal tanam 1.091 ha, produksi per tahun 708 sebesar ton
• Tebu, luas areal tanam 2.158 ha, produksi per tahun sebesar 13.130 ton

E. KEHUTANAN
Produksi kehutanan yang menonjol, antara lain:
• Kayu Jati, produksi pertahun sebesar3.717.834 m3
• Kayu Non Jati, produksi pertahun sebesar4.677.544 m3

F. PERTAMBANGAN
Potensi pertambangan khususnya galian C, antara lain:
• Batu kapur/ Gamping, luas lahan 66,86 Ha, produksi per tahun 179.834 ton
• Dolomit, luas lahan 69,6446 Ha, produksi pertahun 13.062 ton
• Tanah uruq I pedel, luas lahan 7,132 Ha, produksi per tahun 21.450 ton
• Phospat, luas lahan 0,4 Ha, produksi pertahun 240 ton

G. INDUSTRI MANUFAKTUR
Industri Manufaktursebanyak sebanyak 110 unit meliputi:
• Industri logam, mesin dan kimia
• Industrianeka
• Industri hasil pertanian dan kehutanan

H. PARIWISATA
Potensi obyek wisata yang menarik meliputi:
a. Wisata alam
• Goa Maharani
Luas goa Maharani sekitar2.500 m2 dengan kedalaman 5 m dan permukaan laut tanah
• Wisata Bahari Lamongan
Terletak dekat dengan Kecamatan Paciran (50 km) sebelah utara Kota Lamongan

b. Wisata Agama dan budaya:
• Makam Sunan Drajat
Sunan Drajat sebagai wali penyebar agama Islam di wilayah Lamongan bagian utara yang tergolong jajaran walisongo
• Masjid dan Makam Sendang Duwur

II. PELUANG INVESTASI
1. Sektor Primer
a. Pertanian
Peluang: Kedelai
Lokasi : Kecamatan Kedungpring
b. Penikanan
Peluang: Penangkapan ikan
Lokasi : Kecamatan Brondong dan Paciran
c. Perkebunan
Peluang: Cabe jamu
Lokasi : Kecamatan Sugio

2. Sektor Sekunder
• Industri makanan dan minuman
• Industri pengolahan ikan

3. Sektor Tersier
a. Perdagangan
Peluang investasi di sub sektor perdagangan adalah usaha perdagangan lokal hasil pertanian dan industri.
b. Pariwisata
• Pengembangan obyek wisata goa Maharani
• Wisata Bahari Lamongan (WBL)

KOTA BLITAR


A. PERTANIAN
1. Produksi tanaman pangan yang menonjol adalah sebagai berikut:
• Padi, dengan luas lahan 1.168 ha, produksi pertahun sebesar 97.966,92 ton
2. Produksi holtikultura yang menonjol, antara lain:
• Sayur—sayuran, dengan luas lahan 65 ha, produksi per tahun sebesar 5l,1 ton
• Blimbing, dengan jumlah tanaman yang menghasilkan 30.987 pohon, produksi per tahun sebesar 683,4 ton

B. PERIKANAN
Produksi Perikanan yang menonjol antara lain:
Kolam, produksi per tahun 380.025 ton

C. INDUSTRI MANUFAKTUR
Industri Manufaktur yang terdapat di Kota Blitar sebanyak 1797 unit

D. PARIWISATA
Potensi obyek wisata yang menarik yaitu
a. Wisata alam
• TamanKebonRojo
• Water Park Sumber Udel
b. WisataReligius
• Makam Bung Karno
• MakamAdipatiAryo Blitar
c. Wisata Budaya
• Perpustakaan Bung Karno
• Istana Gebang
• Monumen Peta Supriyadi

II. PELUANG INVESTASI
1. Sektor Primer
a. Holtikultura
• Blimbing, dengan luas lahan tersedia 20 Ha
b. Perikanan
• Ikan Hias, dengan luas lahan tersedia 10 Ha

2. Sektor Sekunder
• Industri makanan dan minuman
• Industrikayu
• Industri Pande besi

3. Sektor Tersier
a. Kawasan Industri
• Sentra Industri Tahu dan Tempe, dengan luas lahan yang tersedia 20 Ha
• Sentra Industri Bubut Kayu, dengan luas lahan yang tersedia 40 Ha
• Sentra Industri Pande Besi, dengan luas lahan tersedia 10 Ha
b. Pariwisata
• Pengembangan Obyek Wisata Makam Bung Karno, dengan luas lahan tersedia 6,932 Ha
• Pengembangan Wisata Istana Gebang, dengan luas lahan tersedia 3 Ha
• Pengembangan Wisata Arum Jeram Sungai Lahar, dengan luas lahan tersedia 10×1.000 M

III.POTENSI DAN PELUANG INVESTASI MENURUT KLASTER
• Industri Makanan dan Minuman, lokasi Kec. Sukorejo, Sananwetan, dengan prospek pengembangan Industri Sambel Pecel, Wajik Kietik dan Opak Gambir
• Industri Kerajinan Bubut Kayu, lokasi Kec. Kepanjen Kidul dengan prospekpengembangan Industri Kendang, Mainan Anak-anak, Kap. Lampu dan Souvenir
• Industri Pande Besi, lokasi Kec. Sananwetan, dengan prospek pengembangan Industri Pacul, Pisau dan Sabit
• Blimbing, lokasi Kec. Sukorejo dengan prospek pengembangan Industri Buah segar, Dodol dan Sirup buah.